KOTA MALANG – Gamer Playerunknown’s Battlegrounds (PUBG) menolak mentah-mentah jika game battle royale besutan Tencent tersebut direncanakan difatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pasalnya, pemberian fatwa seolah-olah memberi cap para gamer adalah bibit teroris.

“I’am gamers, not terrorist. Gimana Indonesia mau maju kalau hobi dilarang terus,” kata player PUBG yang tergabung dalam Squad Moshi Esport, Galih Bangga Perkasa.

Menurut Galih, sejatinya ada banyak hal lain yang harusnya menjadi perhatian MUI. Misalnya korupsi yang merugikan negara dan rakyat. Selain itu, di dunia game, cukup banyak permainan yang lebih sadis dari PUBG.

“Banyak yang sadis dan berefek buruk. Grand Theft Auto (GTA), itu malah ngajarin kita mencuri. Kami gamer, bisa membedakan mana dunia nyata dan dunia game,” tegas dia.

Bahkan, pemain PUBG yang sudah professional seperti Okky Ardiansyah, atau yang biasa dikenal dengan IDnya bernama OkkyOzora, pemain PUBG yang tergabung dengan klub E-Sport PG.Barrracx juga menyayangkan MUI bisa menyimpulkan keputusan semacam ini.

“Aku rasa tidak ada yang salah dari sebuah game, itu perlu dikaji ulang, karena kini banyak pemuda yang hidupnya juga bergantung di dunia game profesional dan itu jadi penghasilan mereka,” sebut laki-laki asal Sidoarjo, Jawa Timur ini.

Pewarta: Fia, Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah



ABOUT US

Radar Malang Online dikelola oleh Jawa Pos Radar Malang. Sebuah media cetak terbesar di Malang Raya dengan tingkat readership lebih dari 200 ribu orang per hari. Menyajikan berita-berita terbaru dan terpercaya di Malang Raya.