team famous (lima orang kanan) saat penyerahan hadiah

KOTA MALANG – Lunox, hero role Mage yang dipakai Ranu Herdianto Yahmadi, (22) dari tim ECIO bisa dibilang mematikan. Beberapa kali, double kill bisa didapatkan saat Semi Final Bracket 1 tim ECIO kontra Famous di gelaran Malang Esport Summit 2019.

Berposisi sebagai Mage yang dipasang di Mid-laner memang bisa dibilang tidak mudah. Tapi, Ranu dengan IDnya bernama Despair dan keempat kawannya di ECIO mampu mengeksekusinya dengan baik.

Pria yang sedang kuliah di sebuah Universitas di Surabaya mengambil jurusan Teknik Informatika ini main agresif. Beberapa kali, dengan coveran Tank memanjakan dari rekan setimnya yaitu Akai yang dipakai ID bernama Iceo dan Fighter rasa Tank, Chou tentu saja yang dipakai rekannya yang lain dengan ID bernama, B U D I beberapa kali dapat sorakan dan tepuk tangan dari penonton saat berhasil ganking lawan.

Walau Ben pengambil role Marksman yang menggunakan Yi-Shun Shin tidak begitu kentara permainannya, namun mampu ditutupi dengan coveran apik dari Fighter lain di ECIO yakni PettY yang memakai Alpha, Minggu, (3/2) malam kemarin.

Hasilnya, lewat ganking agresif mereka, ECIO mampu menaklukkan juara bertahan di Malang Esport Summit 2019 yang juga tak kalah mengerikan, Tim Famous. Total 9 Menit saja, tower terakhir tim Famous berhasil dihancurkan. Hal ini tak terlepas peran besar dari Despair sebagai Lunox, hero mage mengerikan langganan banned yang punya 4 skill di game Mobile Legends: Bang Bang.

Berkat kerja keras mereka, tim ECIO yang terdiri dari Ranu Herdianto Yahmadi, (22), Benhaldi Maulana, (22), Muhammad Syahrul Muharrom, (20), Rak Diokto Dewanto, (21), Agipio Ragil Wibowo, (21) dan Eka Rizky P B, (20) ini mampu membawa pulang Juara 2 dan 1 berturut turut dalam ajang ini.

“Dua tim, ECIO dan Famous ini sama-sama mengambil 2 slot dan sama sama menang, jadi otomatis satu tim akan dapat 2 gelar juara,” sebut Iwan Pramadasetiawan, salah satu panitia acara ini.

ECIO sendiri mengaku menamai timnya terinspirasi dari tim Esport MLBB Profesional asal Thailand yang kini sudah eksodus ke game sebelah yaitu Player Unknown Battleground (PUBG).

“Dulu ECIO itu nama tim Thailand yang kemudian timnya pindah PUBG semua, akhirnya kita pakai nama ini,” sebut Ranu.

Diakui Ranu, semua member di timnya mampu bermain semua role hero. “Lumayan sering turnamen seperti ini, lucunya kita nggak se squad di game (MLBB) sebenarnya, dulu sempat satu squad tapi sudah mencar masing masing masuk squad sendiri-sendiri,” sebut pria yang kini tergabung dalam salah satu Squad ternama di Indonesia, Saints Indo 2 atau Saints Junior, adik dari Super Tim yang sudah terkenal di skena MLBB Indonesia, Saints Indo.

Ya, bisa dibilang pemenang ajang kali ini adalah All-Star atau gabungan player yang sengaja membentuk tim.

Untuk latihan mereka, sehari biasanya bakal bermain bersama hingga total 10 match. Namun tidak dilakukan secara ketemu atau offline, melainkan mereka lakukan secara online di game.

“Soalnya membernya rumahnya jauh, yang 4 asal Malang, satu dari Bandung, nah saya sendiri dari Surabaya, dan punya kesibukan masing-masing, tapi rata-rata kuliah,” katanya.

Ke depan, ECIO sendiri tak menutup kemungkinan bila ada organisasi atau Esport profesional yang ingin akuisisi, mereka bakal bergabung secara profesional dan menjadi satu menjadi sebuah tim profesional di Indonesia yang permanen.

“Ya cari ilmu sendiri-sendiri dulu di tim masing-masing, jadi diambil bagus bagusnya belajar dulu di tim lain, tujuan akhirnya tetap buat di ECIO nya itu sendiri,” pungkas pria yang bermain MLBB sejak season 5 ini.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Reza
Penyunting : Fia



ABOUT US

Radar Malang Online dikelola oleh Jawa Pos Radar Malang. Sebuah media cetak terbesar di Malang Raya dengan tingkat readership lebih dari 200 ribu orang per hari. Menyajikan berita-berita terbaru dan terpercaya di Malang Raya.